Deskripsi
Program Basic Coach (Level 1A) • Tahap 1
Konsep & Pengetahuan
Fondasi Cara Hadir dalam Percakapan
Tahap 1 adalah pintu masuk untuk membangun fondasi coaching: cara memandang manusia, cara hadir,
cara mendengar, dan cara bertanya—agar percakapanmu menguatkan, bukan menguras.
Ini bukan tentang menjadi “coach instan”, melainkan belajar menjadi manusia yang lebih sadar dalam dialog.
Durasi
±10 jam belajar mandiri
Bisa diatur sesuai ritme kamu
Format
Modul + Video
Belajar konsep, contoh, dan refleksi
Output
Sertifikat Tahap 1
Pemahaman Konsep Dasar Coaching
Untuk siapa Tahap 1 ini?
- Orang tua, pasangan, pendamping, pemimpin, guru, fasilitator, relawan—siapa pun yang ingin memperbaiki kualitas dialog.
- Siapa pun yang ingin berhenti “menang debat” dan mulai menghadirkan percakapan yang memberi daya.
- Calon peserta Tahap 2 & Tahap 3 (Tahap 1 adalah fondasi dan prasyarat kelulusan).
Catatan penting: Tahap 1 tidak menuntut kamu menjadi “sempurna”.
Yang diminta hanya satu: hadir dengan niat belajar.
Apa yang akan kamu pelajari?
- Fondasi coaching: perbedaan coaching vs menasihati, menggurui, atau menginterogasi.
- Kehadiran (presence) yang membuat orang merasa aman untuk berpikir dan bertumbuh.
- Mendengar yang utuh: bukan sekadar menunggu giliran bicara.
- Pertanyaan yang membuka ruang: tidak mengarahkan, tidak menyudutkan.
- Etika dasar dan tanggung jawab dalam percakapan yang berpengaruh.
*Materi disusun berbasis standar pembelajaran coaching yang berorientasi kualitas praktik.
Alur belajar (sederhana & bisa diikuti)
- Baca modul (perlahan, tidak perlu ngebut).
- Tonton video untuk memperjelas konsep dan contoh.
Lanjutan perjalanan
Setelah lulus Tahap 1, kamu bisa lanjut ke Tahap 2 – Latihan Praktis (Teman-BerGERAK)
untuk membangun keterampilan melalui praktik terstruktur.
Fasilitator
Coach BasBas, PCC • ICF Professional Certified Coach • Founder Coaching Untuk Negeri
Penulis “Coaching: Dialog Emas yang Menghidupkan”
Coach IdaSya, PCC • ICF Professional Certified Coach • Founder Coaching Untuk Negeri
Penulis “Coaching: Dialog Emas yang Menghidupkan”
Arah yang ingin kita jaga
Kita belajar bukan untuk terlihat hebat, melainkan untuk memperbanyak percakapan yang menolong manusia
melihat dirinya dengan lebih jernih.
